Show simple item record

dc.contributorBADAN LITBANGKES KEMENKESid-ID
dc.creatorVerdrager, J.; WHO Consultant, Malaria Control Programme, Jakarta
dc.creatorArwati, Arwati; Malaria Control Programme, Directorate General CDC, Jakarta
dc.creatorSimanjuntak, Cyrus; Malaria Control Programme, Directorate General CDC, Jakarta
dc.creatorSaroso, J. Sulianti; National Institute of Health Research and Development
dc.date2012-09-19
dc.date.accessioned2019-12-16T09:30:35Z
dc.date.available2019-12-16T09:30:35Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/611
dc.identifier10.22435/bpk.v4i1&2 Jun.611.
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/handle/123456789/80509
dc.descriptionUntuk pertama kalinya di Indonesia, resistensi chloroquine terhadap Plasmodium falciparum telah dilaporkan oleh J. Verdrager dan Arwati pada tahun 1974. Distribusi yang pasti tentang adanya resistensi chloroquine terhadap P. falciparum di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, belumlah begitu jelas. Akan tetapi kelihatannya resistensi ini terdapat di daerah-daerah dimana A. balabacensis sebagai vector. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi resistensi ini ialah intensitas transmisi dan penggunaan obat-obat anti malaria yang meluas, terutama pada penduduk yang tak mempunyai kekebalan. Keadaan seperti digambarkan diatas terutama tentang intensitas transmisi yang cukup tinggi terdapat di Irian Jaya dimana vector utama adalah A. punctulatus group. Dari 35 penderita yang di-follow-up, diperoleh 7 orang yang resisten tingkat RI. Seorang diantaranya timbul bentuk asexual dari parasit pada hari ke-9, dan ke-enam lainnya pada hari ke-21 setelah makan obat chloroquine dengan dosis sesuai dengan standard WHO.id-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageid
dc.publisherBadan Penelitian dan Pengembangan Kesehatanen-US
dc.rightsThe Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development) as publisher of the journal.Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc. , will be allowed only with a written permission from Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development).Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development), the Editors and the Advisory International Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal.
dc.sourceBuletin Penelitian Kesehatan; Vol 4, No 1&2 Jun (1976)en-US
dc.subjectHealth; Kesehatanid-ID
dc.subjectFalciparum Malaria; Chloroquine;id-ID
dc.subjectid-ID
dc.titleRESPONSE OF FALCIPARUM MALARIA TO A STANDARD REGIMEN OF CHLOROQUINE IN JAYAPURA, IRIAN JAYAid-ID
dc.typeid-ID
dc.typeen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record