Show simple item record

dc.contributorid-ID
dc.creatorLestari, Weny; Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Litbang Kemenkes RI
dc.creatorLuthfiana, Yuli; Program Studi Kebidanan Komunitas Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru Depok
dc.date2013-05-16
dc.date.accessioned2019-12-17T02:19:28Z
dc.date.available2019-12-17T02:19:28Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/hsr/article/view/3049
dc.identifier10.22435/bpsk.v15i4 Okt.3049
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/handle/123456789/81943
dc.descriptionLatar Belakang: Orang Kolok adalah sebutan istilah lokal bagi orang dengan difabel ketulian di Desa Bengkala,Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali. Jumlah orang Kolok di Desa Bengkala ada 40 dari 2,275 jiwa (2% dari jumlahpenduduk). Metode: Studi ini tentang gangguan pendengaran dan ketulian yang diderita orang Kolok di Desa Bengkalaadalah tuli kongenital (tuli sejak lahir). Di Indonesia, tingkat ketulian kongenital menurut survei Departemen Kesehatan di7 propinsi tahun 1994 sampai 1996 adalah sebesar 0,1% dari populasi. Diperkirakan bahwa pada waktu itu di Indonesiaada 214.100 orang telah tuli kongenital. Berbeda dengan orang Inget (normal), orang Kolok di Desa Bengkala dengantuli kongenital tidak menjadikan kekurangannya menjadi masalah dalam hal mendapatkan pendidikan, dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Hasil: Masyarakat di Desa Bengkala telah menciptakan inklusi sosial budaya bagi orang Kolok sebagai bagian dari komunitas yang juga memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat. Peluang yang sama dengan orang Inget (normal) diberikan kepada orang-orang Kolok. Bahasa isyarat lokal (kata Kolok) yang digunakan untuk berinteraksi tercipta dalam komunitas, yang dipahami juga oleh orang Inget (normal) di Desa Bengkala. Inklusi sosial difabel ketulian dan penanganan kesehatan indera (skrining dini secara kultural) di Desa Bengkala dapat digunakan sebagai program percontohan dalam penanganan pelayanan kesehatan indera di Indonesia. Adanya pemberdayaan dalam penanganan difabel ketulian agar mereka bisa hidup normal di lingkungannya.id-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageid
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatanen-US
dc.rightsThe Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Bulletin of Health System Research, and Center of Research and Development for Humaniora and Health Management as publisher of the journal.Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc. , will be allowed only with a written permission from Bulletin of Health System Research, and Center of Research and Development for Humaniora and Health Management.Bulletin of Health System Research, and Center of Research and Development for Humaniora and Health Management, the Editors and the Advisory International Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal.
dc.sourceBuletin Penelitian Sistem Kesehatan; Vol 15, No 4 Okt (2012)en-US
dc.sourceBuletin Penelitian Sistem Kesehatan; Vol 15, No 4 Okt (2012)id-ID
dc.subjectKesehatanid-ID
dc.subjectKolok; difabel gangguan pendengaran dan ketulian; inklusi sosial; pelayanan kesehatan inderaid-ID
dc.titleORANG KOLOK DAN ORANG INGET: STUDI KASUS TENTANG INKLUSI SOSIAL DIFABEL KETULIAN DAN PENANGANAN KESEHATAN INDERA DI DESA BENGKALA, BULELENG, BALIid-ID
dc.typeen-US
dc.typeid-ID


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record