Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorAnwar, Athena; Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes, Kemenkes RI
dc.creatorSoerachman, Rachmalina; Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes, Kemenkes RI
dc.date2015-04-06
dc.date.accessioned2019-12-17T10:32:16Z
dc.date.available2019-12-17T10:32:16Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/kespro/article/view/3883
dc.identifier10.22435/kespro.v5i1.3883.59–67
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/handle/123456789/83258
dc.descriptionPendahuluan: Tradisi sei adalah tradisi  mengasapkan ibu yang baru melahirkan bersama bayinya selama 40 hari di Nusa Tenggara Timur.  Selama 40 hari ibu dan bayinya harus duduk/tidur di atas bara api yang berasal dari pembakaran biomassa (kayu) di dalam  Rumah Bulat (Ume ‘Kbubu). Emisi dari pembakaran bahan bakar biomassa dapat mencemari lingkungan rumah dan menimbulkan gangguan kesehatan ibu maupun bayinya. Tujuan: untuk  mengetahui kondisi kesehatan  ibu dan bayi dan kualitas udara Rumah Bulat (Ume ‘Kbubu). Studi dilakukan di Puskesmas Nulle dan Puskesmas Kie Kabupaten TTS, NTT tahun 2009 Metode: Penelitian ini menggunakan disain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengukuran, dan observasi. Jumlah sampel adalah 189 ibu  di Puskesmas Amanuban dan 169 ibu di Kecamatan Kie. Pengukuran kualitas udara dilakukan di lima rumah ibu yang sedang melakukan tradisi sei ketika sedang dilakukan wawancara. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa proporsi ibu yang mengalami gangguan kesehatan ketika melakukan tradisi sei adalah 37,4%, dan bayi  yang mengalami gangguan kesehatan sebesar 43,3%. Beberapa parameter kualitas udara dalam Rumah Bulat, seperti kelembaban, laju ventilasi, pencahayaan,  kandungan debu debu/TSP dan NOx telah melampaui batas kadar yang direkomendasikan oleh Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1077/ MENKES/PER/V/2011. Kesimpulan: Tingginya proporsi gangguan kesehatan ibu dan bayi kemungkinan disebabkan karena buruknya kualitas udara dalam ruang Ume ‘Kbubu.   Kata kunci: Tradisi sei, bahan bakar biomassa, kualitas udara dalam ruangen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageen
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakaten-US
dc.rightsAuthors who publish with Jurnal Kesehatan Reproduksi (Journal of Reproductive Health) agree to the following terms:Authors retain copyright and grant Jurnal Kesehatan Reproduksi right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to remix, adapt, build upon the work non-commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Reproduksi (Journal of Reproductive Health).Authors are permitted to copy and redistribute the journal's published version of the work non-commercially (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Reproduksi (Journal of Reproductive Health).
dc.sourceJurnal Kesehatan Reproduksi; Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 5 No. 1 Tahun 2014; 59–67en-US
dc.sourceJurnal Kesehatan Reproduksi; Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 5 No. 1 Tahun 2014; 59–67id-ID
dc.titleKESEHATAN IBU DAN BAYI YANG MELAKUKAN TRADISI SEI DAN GAMBARAN KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH BULAT (UME ‘KBUBU) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)en-US
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record