Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorWilla, Ruben Wadu
dc.creatorTallan, Mefi Mariana
dc.date2018-04-18
dc.date.accessioned2019-12-17T10:38:05Z
dc.date.available2019-12-17T10:38:05Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jpbb/article/view/8934
dc.identifier10.22435/jpbb.v3i2.8934.77-91
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/handle/123456789/83399
dc.descriptionPropinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah dengan kasus malaria cukup tinggi. Pada tahun 2011Annual Parasit Insidence (API) 25,69‰ dan pada tahun 2012 22,37‰ serta pada tahun 2013 sebesar 18,86‰Beberapa faktor yang berperan penting dalam mempengaruhi perkembangan vektor malaria, diantaranya adalahdaya dukung lingkungan dan sosial budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungandan tindakan masyarakat yang berhubungan dengan habitat perkembangan larva Anopheles spp. Jenis penelitianmerupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat diKabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 128 untuk setiap lokasinya dan larva nyamuk Anopheles spp. Hasilobservasi lingkungan yang menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp terdiri dari sawah yangbelum dikelola, sawah yang belum di tanam, kubangan kerbau, bekas tapak kaki kerbau, kali, mata air dan bekaskolam ikan. Dengan kepadatan tertinggi adalah pada kubangan kerbau yaitu sebesar 8,5 ekor percidukan dankepadatan kedua adalah pada sawah yang tidak dikelola dengan kepadatan 7,6 ekor percidukan. Perilakumasyarakat yang berhubungan dengan habitat perkembangbiakan vektor malaria adalah kebiasaan mengikat ternakdi daerah persawahan, tidak membersihkan lumut, rumput atau tumbuhan disekitar mata air, tidak mengeringkansawah setelah selesai panen tetapi membiarkan saja tergenang air, kurang mengontrol saluran irigasi. Jenis nyamukAnopheles yang tertangkap antara lain An.barbirostris, An.umbrosus, An. anularis, An.vagus, An.theselatusAn,maculatus, An.aconitus dan An.kochi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lingkungan mempunyai perananyang cukup potensial menjadi perkembangbiakan nyamuk Anopheles ssp, dan juga tindakan masyarakat mengikatternak pada area persawahan dan membiarkan sawah tergenang dengan air setelah musim panen selesaiberhubungan dengan jumlah habitat perkembangbiakan larvaen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageen
dc.publisherLoka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Waikabubaken-US
dc.sourceJurnal Penyakit Bersumber Binatang; Vol 3, No 2 (2016); 77-91id-ID
dc.sourceJurnal Penyakit Bersumber Binatang; Vol 3, No 2 (2016); 77-91en-US
dc.subjectTindakan masyarakat; habitat perkembangbiakan; larva Anopheles sppen-US
dc.subjecten-US
dc.titleHUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK DAN TINDAKAN MASYARAKAT DENGAN HABITAT PERKEMBANGBIAKAN LARVA Anopheles DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYAen-US
dc.typePeer-reviewed Articleen-US
dc.typeen-US
dc.coverageen-US
dc.coverageen-US
dc.coverageen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record