Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorWidodo, Harto; *Medicinal Plant and Traditional Medicine Research and Development Centre
dc.creatorRahmah, Azizatur; **Biology Faculty Post Graduate of GadjahMada University
dc.creatorKasiamdari, Rina Sri; **Biology Faculty Post Graduate of GadjahMada University
dc.date2014-12-01
dc.date.accessioned2019-12-17T10:41:04Z
dc.date.available2019-12-17T10:41:04Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/toi/article/view/8860
dc.identifier10.22435/jtoi.v7i2.8860.116-122
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/handle/123456789/83548
dc.descriptionABSTRACTPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molkenb.) is an Indonesian plant which has medicinal properties for aphrodisiac, diuretic and tonic. This plant grows only in high attitude area between 1,800 to 3,500 meters above sea level at the certain mountains of Java Island, i.e. Mount Semeru, Dieng plateau, and mount Pangrango. Nowadays it is hard to find P. pruatjan grows wildly, due to its high extinction. Convention on International Trading in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) categorized purwoceng as endangered and nearly extinct (appendix 1). At least six accessions of cultivated P. pruatjan in Mount Lawu were found which are different from their ancestor from Dieng Plateau. Considering the high potential and conservation concern of the plant, the preliminary research was conducted to study the relationship of P. pruatjan collected from four reported growth locations based on morphological features. Ninety one of characters were examined for 13 accessions i.e. two accessions from Ranu Pani BTSNP-mount Semeru (RP1 and RP2); six accessions from Mount Lawu (GL1, GL2, GL3, GL3, GL4, GL5 and GL6); three accessions from Dieng Plateau (GD1, GD2 and GD3); and two accessions from Mount Putri (GP1 and GP2). The data were analyzed using MVSP 3.1 software and UPGMA algorithm was utilized to generate dendogram. The result showed that all accession have simple matching coefficient (SSM) >82% They formed three groups with SSM>91%, the first group consisted of all accessions from Mount Lawu and accessions from Mount Putri, the second group consisted of accessions from Dieng Plateau, whereas accessions from RanuPaniTBSNP-Mount Semeru clustered into the third group ABSTRAK Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molkenb.) merupakan tanaman Indonesia yang memiliki khasiat sebagai afrodisiak, diuretik dan tonik. Menurut beberapa literatur, tanaman purwoceng tumbuh hanya di daerah dataran tinggi, mulai 1.800 sampai 3.500 meter dpl di pegunungan tertentu di Pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru, dataran tinggi Dieng, dan gunung Pangrango. Saat ini sulit untuk menemukan purwoceng di alam liar, bahkan di gunung Pangrango dilaporkan spesies ini telah punah. Tanaman ini terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dan hampir punah (Lampiran I) oleh Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Liar Flora dan Fauna (CITES). Setidaknya terdapat enam aksesi purwoceng yang telah dibudidayakan di Gunung Lawu telah ditemukan yang berbeda dari tetuanya dari Dataran Tinggi Dieng. Mengingat potensi yang sangat tinggi sekaligus untuk konservasi tanaman, penelitian pendahuluan dilakukan untuk mempelajari hubungan purwoceng yang dikumpulkan dari empat tempat tumbuh pada fitur morfologi. Total terdapat 91 karakter yang diperiksa dari 13 aksesi yaitu dua aksesi diperoleh dari Ranupani BTSNP Semeru (RP1 dan RP2); enam aksesi dari Gunung Lawu (GL1, GL2, GL3, GL3, GL4, GL5 dan GL6); tiga aksesi dari Dataran Tinggi Dieng (GD1, GD2 dan GD3); dan dua aksesi dari Gunung Putri (GP1 dan GP2). Data dianalisis dengan menggunakan MVSP 3.1 software dan algoritma UPGMA dipergunakan untuk menghasilkan dendogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aksesi memiliki koefisien sederhana pencocokan (SSM)> 82%. Mereka membentuk tiga kelompok dengan SSM> 91%, kelompok pertama terdiri dari semua aksesi dari Gunung Lawu dan aksesi dari Gunung Putri, kelompok kedua terdiri dari aksesi dari Dataran Tinggi Dieng, sedangkan aksesi dari RanuPani TBSNP-Gunung Semeru dikelompokkan ke dalam kelompok ketiga.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageen
dc.publisherBadan Penelitian dan Pengembangan Kesehatanen-US
dc.sourceJurnal Tumbuhan Obat Indonesia; Vol 7, No 2 (2014): Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia; 116-122en-US
dc.sourceJurnal Tumbuhan Obat Indonesia; Vol 7, No 2 (2014): Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia; 116-122id-ID
dc.subjectPimpinella pruatjan Molkenb, morfologi, aksesi.en-US
dc.titleACCESSIONS RELATIONSHIP OF PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molkenb.) BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTERS Hubungan Fenetik Aksesi Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molkenb.) Berdasarkan Karakter Morfologien-US
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record